Akses Presentasi

Masukkan kredensial untuk melanjutkan.

Proposal Pembentukan Perusahaan

PT Digital Integra
Nusantara

Mengakselerasi transformasi digital ke perusahaan di Indonesia melalui solusi perangkat lunak yang adaptif, terukur, custom dan berorientasi pada pertumbuhan perusahaan.

SISTEM TERINTEGRASI

ERP • SaaS • Custom Web App

Mulai Presentasi

Visi & Tujuan Perusahaan

Tujuan dan Profil Singkat

Tujuan Strategis

  • Membentuk Badan Usaha (PT) yang kredibel untuk menjembatani kepercayaan antara perusahaan dengan klien.
  • Menargetkan pasar khusus di mana banyak UMKM, CV, PT masih bergantung pada sistem manual.
  • Menciptakan arus pendapatan berulang (recurring revenue) melalui model SaaS dan Custom Web App.

Profil Singkat

PT Digital Integra Nusantara adalah perusahaan teknologi B2B yang berfokus pada pengembangan perangkat lunak kustom dan SaaS. Kami tidak sekadar membuat aplikasi; kami memetakan ulang proses bisnis klien menjadi solusi digital yang efisien.

B2B
Model Bisnis
SaaS
Pendekatan Produk

Struktur Organisasi

Kepemimpinan dan arah kebijakan perusahaan.

Wahyu Dwi Setiawan

Direktur Utama

Bertanggung jawab atas eksekusi operasional harian, pengembangan produk, dan manajemen tim teknis.

Muhammad Arifin Ritonga

Komisaris Utama

Melakukan pengawasan strategis, memastikan kepatuhan hukum, dan mengarahkan visi jangka panjang perusahaan.

Model Bisnis & Rencana Strategis

Fokus pada digitalisasi proses kerja dan problem solving spesifik di dalam proses bisnis.

Custom Web App

Pengembangan aplikasi berbasis web yang disesuaikan dengan alur kerja unik klien, mulai dari ERP ringan hingga sistem inventori.

Digitalisasi Proses

Mengubah pencatatan manual dan pelaporan offline menjadi sistem terpusat yang real-time dan terintegrasi.

Integrasi Sistem & API

Menghubungkan software yang sudah ada dengan payment gateway, whatsapp API, dan tools akuntansi.

Backup dan Security

Memastikan keamanan data tetap terjaga dengan backup otomatis dan firewall security sistem.

Legalitas & Cakupan KBLI

Struktur Badan Usaha yang taat hukum untuk skalabilitas dan Manajemen Bersama.

Struktur Legalitas

  • Badan Usaha bersama (PT): Membuat struktur yang kuat dalam manajemen usaha dan arah kebijakan perusahaan.
  • Virtual Office: Domisili hukum di Jakarta (Est. Rp 3-5 Juta/tahun) untuk NIB dan surat menyurat, menekan pengeluaran sewa lokasi.
  • Perizinan OSS: Pendaftaran NIB dan KBLI relevan melalui sistem OSS RBA.

Strategi Perpajakan

  • PPh Badan (22%): Menggunakan pembukuan normal agar laporan keuangan transparan dan sesuai standar due diligence.
  • Fasilitas Pajak: Memanfaatkan pengurangan penghasilan bruto (Pasal 31E) untuk badan usaha dengan peredaran bruto tertentu.
  • Kewajiban Bulanan: Pelaporan SPT Masa PPh 21 (Karyawan), PPh 23 (Jasa), dan PPN (jika sudah PKP, biasanya setelah omzet > 4,8M).

Penetapan Kode KBLI Utama

62019

Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya.
Wajib ada untuk pembuatan sistem informasi custom, web app, dan aplikasi.

62020

Konsultasi Komputer & Manajemen Fasilitas.
Untuk jasa audit, konsultasi arsitektur IT, dan analisis sistem corporate.

62090

Aktivitas TI dan Jasa Komputer Lainnya.
Untuk pemeliharaan (maintenance) dan integrasi sistem.

Infrastruktur & Perangkat Pendukung

Kesiapan teknis, hukum, dan administrasi sebelum beroperasi.

Infrastruktur Digital

  • Identitas Digital: Domain profesional (.co.id/.com) & Google Workspace.
  • Version Control: GitHub/GitLab Org & VPS/Cloud (DigitalOcean/AWS) untuk staging.
  • Manajemen Proyek: Notion/Trello/Jira untuk transparansi progress ke klien.

Perangkat Hukum Transaksi

  • NDA: Wajib sebelum menganalisis data internal corporate/instansi.
  • MSA & SOW: Batasan scope, alur persetujuan, jadwal pembayaran, & change request.
  • SLA: Garansi pemeliharaan (maintenance/bug fixing) pasca-serah terima (1–3 bulan).

Keuangan & Administrasi

  • Rekening Giro PT: Untuk transaksi termijn (DP, Progress, Retensi).
  • Invoicing & E-Faktur: Pencatatan penagihan resmi & kesiapan Faktur Pajak PPN via e-Nofa/DJP Online jika menjadi PKP.

Tim Operasional & Skema Hybrid

Struktur tim inti dan strategi fleksibilitas SDM untuk menjaga efisiensi.

Tim Operasional Minimum (Core)

  • System Analyst: Menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi dokumen teknis (SKPL).
  • UI/UX Designer: Membuat wireframe dan prototipe interaktif sebelum koding.
  • Software Engineer: Eksekusi basis data, logika bisnis, API, dan antarmuka (Fullstack/Frontend+Backend).

Planning Penjualan & Pitching

  • Company Profile: Menampilkan struktur, kapabilitas teknis, metodologi (Agile/Waterfall), dan pricing model.
  • Template Proposal & RAB: Struktur dokumen penawaran standar yang siap disesuaikan cepat saat ada RFP.

Skema Hybrid: Core Internal vs Network Freelance

Skema hybrid adalah pilihan paling rasional untuk menjaga beban operasional (overhead) tetap efisien sambil mempertahankan kapasitas eksekusi yang fleksibel saat mendapat proyek berukuran besar.

Area Kerja Tim Internal (Core) Tim Hybrid / Freelance (On-Demand)
Fokus Utama Manajemen proyek, system architecture, code review, dan hubungan klien. Eksekusi fitur khusus, UI/UX design, dan slicing antarmuka.
Pembagian Role System Analyst, Tech Lead / Developer, Quality Assurance (QA). UI/UX Designer, Frontend / Mobile Specialist, QA Tester, Data Entry.
Model Kontrak Gaji Tetap (Monthly Salary) + BPJS/Bonus Proyek. Project-based (Flat rate per milestone) atau Hourly/Dedicated.

Aturan Penting Mengelola Tim Hybrid

  • Proteksi HKI & NDA: Kontrak Freelance menegaskan seluruh source code & HKI milik PT. Klausul kerahasiaan & larangan membajak klien.
  • Quality Control Internal: Freelancer tanpa akses langsung ke server produksi/branch main. Wajib via Pull Request & review Tech Lead.
  • Standardization: Template arsitektur, starter kit, dan coding convention PT disiapkan dari awal.

Skema Pembayaran Freelancer yang Aman

  • DP (10–20%): Diberikan saat kick-off proyek sebagai komitmen.
  • Milestone (60–70%): Dibayar bertahap sesuai deliverables yang lolos uji internal.
  • Pelunasan (10–20%): Dibayar setelah UAT ditandatangani klien & masa garansi dimulai.

Contoh Draf Klausul Kontrak Kerja Eksternal (Freelance Agreement)

PASAL 1: HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI)
Seluruh source code, desain, dokumentasi, dan aset digital yang dihasilkan dalam proyek ini secara otomatis dan penuh menjadi hak milik PT Digital Integra Nusantara sejak pembayaran dilunasi. Freelancer dilarang menggunakan kembali kode untuk pihak lain.

PASAL 2: KERAHASIAAN (NON-DISCLOSURE)
Freelancer wajib menjaga kerahasiaan data klien, arsitektur sistem internal PT, dan tidak diperkenankan melakukan pendekatan langsung (solicitation) kepada klien PT untuk proyek di luar sepengetahuan PT.

PASAL 3: JAMINAN KUALITAS & RETENSI
Freelancer bersedia melakukan perbaikan bug (bug fixing) tanpa biaya tambahan selama masa garansi proyek (30 hari) setelah User Acceptance Test (UAT) ditandatangani.

Kebutuhan Finansial

Alokasi modal awal dan skema pembagian hasil yang adil dan terukur.

Fase Bootstrapping

Pembagian equity didasarkan pada kontribusi modal dan sweat equity (waktu/keahlian). Misal: 60% Technical/Product, 40% Business/Ops.

Pembagian Laba

Dividen belum dibagikan di tahun pertama. Seluruh laba bersih dialokasikan sebagai laba ditahan untuk pertumbuhan.

Rincian Anggaran

Menyinkronkan...
Kategori Rincian & Detail Alokasi Biaya Timeline Prioritas
TOTAL MODAL AWAL Rp 0

Tahapan Eksekusi (Roadmap)

Langkah konkret realisasi anggaran dan legalitas.

Fase 1: Fondasi Legal & Infrastruktur (Minggu 1 – 2)

  • Pendaftaran Virtual Office dan pengurusan Akta Pendirian PT ke Notaris.
  • Pembelian domain resmi dan setup Google Workspace/Email Bisnis.
  • Pembukaan rekening bank atas nama badan usaha setelah NIB terbit.

Fase 2: Setup Operasional & Dokumen (Minggu 2 – 3)

  • Pembuatan template legalitas proyek (MSA/NDA) untuk calon klien.
  • Konfigurasi server cloud, repository Git, lisensi software, dan API AI.
  • Pelaporan awal perpajakan dan pendaftaran sistem e-Faktur.

Fase 3: Peluncuran & Penetrasi Pasar (Minggu 3 – Bulan 2)

  • Peluncuran landing page resmi dan portofolio perusahaan.
  • Eksekusi anggaran marketing, pendekatan ke calon klien, dan pengiriman proposal.

Fase 4: Buffer Operasional (Bulan 1 – 6)

  • Penyerapan dana cadangan secara bertahap untuk menjaga arus kas (cash flow) tetap aman hingga mencapai titik break-even atau memperoleh retainer proyek pertama.

Analisis Risiko & Peluang

Evaluasi objektif terhadap model bisnis ini.

Margin Keuntungan Tinggi: Produk perangkat lunak memiliki biaya replikasi mendekati nol setelah dikembangkan, memungkinkan margin laba yang sangat besar pada model SaaS.
Skalabilitas Tanpa Batas: Web app dapat dijual ke seluruh Indonesia tanpa perlu membuka kantor cabang fisik.
Validasi Pasar yang Cepat: Pendekatan Agile memungkinkan kita merilis MVP dalam 4-6 minggu untuk menguji kesediaan bayar klien.
Siklus Penjualan B2B yang Panjang: Meyakinkan perusahaan menengah untuk beralih dari sistem lama membutuhkan waktu demo, negosiasi, dan POC yang memakan waktu 1-3 bulan.
Ketergantungan pada SDM: Di fase awal, churn rate atau keluarnya satu full-stack developer dapat menghambat timeline project secara signifikan.
Ekspektasi Klien: Klien UMKM terkadang menginginkan fitur setara enterprise dengan anggaran terbatas, memerlukan manajemen ekspektasi yang ketat.

Projects Demo

Pratinjau langsung antarmuka dashboard analytics untuk klien.

Demo Projects Dashboard

Akses prototipe interaktif yang di-hosting secara langsung untuk mendemonstrasikan kapabilitas teknis tim.

Buka Demo di Browser

Mari Wujudkan Perusahaan Ini Bersama

Untuk mendiskusikan detail teknis, proyeksi finansial, dan roadmap produk lebih lanjut bisa menghubungi via kontak di bawah ini.

Hubungi via WhatsApp